Arsitektur Islam di Asia Selatan

Arsitektur Islam di Asia Selatan
Perkembangan arsitektur Islam mengalami masa kejayaan salah satunya ketika berada di wilayah Asia Selatan. Kemegahan dan kemewahan arsitektur Islam ditampilkan dalam beragam tipe masjid, seperti Masjid Fatehpur Sikri, Qutb Minar, Taj Mahal, bangunan ala Candi dan bunga Lotus. Di India, penampilan arsitektur Islam menunjukkan corak yang berbeda-beda, tergantung dari latar belakang tradisi masing-masing daerah. Penampilan arsitektur ini meneruskan corak arsitektur Islam sebelumnya. Arsitektur Islam pada bangunan masjid, makam maupun istana kesemuanya menampilkan corak yang sama dengan bangunan masjid. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa arsitektur Islam di India merupakan bangunan masjid dengan berbagai tipe. 

Corak masjid di India pada umumnya mengambil corak masjid lapangan yang dikenal sejak dibawanya karya arsitektur masjid oleh Mahmud Ghaznawi. Lengkung-lengkung iwan diterapkan pada bentuk gapura masjid. Pola lengkung atau kubah Persia yang berujung runcing dipakai sebagai atap bangunan masjid. Adapun beberapa masjid yang ada di wilayah Asia Selatan antara lain: Masjid Quwwat al-Islam dan Qutb Minar yang didirikan oleh Quthbuddin Aibak merupakan gaya Delhi terbaik. Kemudian ada masjid Araidin-ka-Jhonpora didirikan di Ajmer, masjid raya Jami-I-Masjid didirikan oleh Sultan Iltutmish pada tahun 1223 M. Masjid Adina, Sat Gumuz Masjid di Bagerhad, menara Husbang Shah didirikan pada masa Dinasti Khalji semuanya dibangun dengan batu marmer putih.

Arsitektur Islam di Asia Selatan
Qutb Minar
Qutb Minar merupakan menara Masjid Quwwat al-Islam, yang digunakan oleh muazin untuk mengumandangkan adzan. Namun, kedua bangunan tersebut seolah-olah menjadi dua bangunan yang berbeda. Mungkin karena menara Qutb sangat besar dan tinggi sehingga seperti menjadi bangunan tersendiri. Masjid Quwwat al-Islam adalah masjid tertua di Delhi dan sering disebut sebagai Masjid Jami’, Masjid Qutb, atau Masjid Besar Delhi.

Mengenai struktur bangunan, Qutb Minar tersusun dari batu pasir merah dengan diameter 14,32 m di dasarnya dan sekitar 2,75 m di bagian atasnya. Qutb Minar terdiri dari tiga tingkatan di mana pada setiap lantainya dikelilingi oleh balkon melingkar dan didukung oleh kurungan batu yang dihiasi desain sarang lebah. Struktur yang lebih mencolok bisa ditemukan pada lantai pertama. Ada 379 anak tangga menuju puncak. Bangunan menara juga dihiasi berbagai prasasti dalam bahasa Arab. Prasasti ini mengungkapkan sejarah pembangunan Qutb Minar. Menurut tulisan di permukaannya, ada keterangan jika Qutub Minar pernah diperbaiki oleh Firoz Shah Tughlaq (1351-1388 M) dan Iskandar Lodi (1489-1517).

Arsitektur Islam di Asia Selatan
Bangunan ala candi dan Bunga Lotus
Sebagaimana telah disebutkan di atas bahwa gaya arsitektur India merupakan perpaduan dari berbagai tradisi. Perpaduan ini berasal dari tradisi Eropa, Asia Tengah dan Asia Timur. Pengaruh dari luar ini dalam penggunaanya selalu dipadukan dengan gaya asli khas India, sehingga munculah kubah-kubah baru berbentuk bunga lotus yang berpuncak runcing. Bunga lotus merupakan simbol Hindu terkemuka yang digunakan di Taj Mahal. Sementara itu, bangunan ala candi dalam arsitektur Islam ini dapat ditemukan dalam gaya tembok-tembok yang dihiasi dengan relung-relung berupa takikan pada tembok yang mengingatkan pada dinding-dinding candi sebagai relung tempat menyimpan patung-patung.

Arsitektur Islam di Asia Selatan
Arsitektur Islam Gaya Fatehpur Sikri
Fathpur Sikri merupakan kota baru yang didirikan oleh Sultan Akbar pada 1571 M. Fatehpur Sikri dikenal dengan sebutan Fathabad dalam bahasa Persia yang artinya kota kemenanngan. Kota Fatehpur Sikri ini di bangun dengan pola perencanaan menggunakan sistem modul, yaitu pengulangan ukuran terkecil dalam kelipatannya, sehingga didapatkan ukuran yang proporsional. Bahan utama bangunan dari pasir-batu merah halus. Kompleks kota ini terdiri dari taman-taman kerajaan, tempat peristirahatan, kediaman para bangsawan, dan tempat untuk sekolah anak-anak. Sementara itu, di dalam kerajaan atau istana terdapat mesjid, kediaman para pejabat kerajaan, dan unit-unit untuk kegiatan administrasi. Berikut adalah arsitektur bangunan di Fatehpur Sikri. 

Masjid Agung Fatehpur Sikri memiliki denah segi empat pola hypostyle, dengan sahn sangat luas dikelilingi oleh Riwaq Harem atau hypostyle hall di bagian barat. Selain itu, bangunan ini memiliki atap kubah kubah majemuk berderet. Pengaruh arsitektur Persia dalam bangunan ini terlihat pada bentuk gerbang yang berupa bidang tegak segi empat dihiasi dengan garis-garis dan kotak-kotak molding di mana bagian tengah terdapat ceruk dengan pelengkung atas patah. Bagian atas bidang tegak dihiasi dengan mahkota, berupa deretan konstruksi semacam gardu, denahnya segi empat dan atapnya kubah model India sebanyak tiga belas buah. 

Panj Mahal disebut juga dengan istana lima. Disebut istana lima karena pada bangunan ini terdiri dari lima lantai. Konstruksi bangunan ini semakin atas semakin kecil dengan ukuran teratur membentuk susunan piramida. Dahulu, bangunan ini digunakan istri-istri raja untuk bermain. Dari ketinggian lantai dan jendela ini lah para istri raja dapat menikmati keindahan taman dan bagian-bagian istana lainnya. Sedangkan, Divan-i Khass merupakan bangunan semi publik yang digunakan sebagai tempat untuk audiensi pribadi. Bangunan ini terdiri dari dua lantai. Bagian atap bangunan ini terdapat kubah-kubah kecil yang disangga empat pilar seperti bentuk gardu.

Arsitektur Islam di Asia Selatan
Taj Mahal
Taj Mahal merupakan bangunan termegah di India yang menjadi peninggalan dari Kerajaan Mughal. Taj Mahal berasal dari kata Taj yang berarti mahkota dan Mahal yang berarti tempat, jadi Taj Mahal berarti tempat mahkota. Bangunan Taj Mahal terletak di kota kecil Agra, di sebelah sungai kecil Yamuna India. Desain bangunannya merupakan hasil dari para arsitektur India, Persia dan Asia Tengah dengan konsultan Ustadz Isa. Latar belakang pembangunannya adalah atas keinginan Kaisar Mughal Shah Jahan, anak Jahangir, sebagai seuah musoleum untuk istrinya, Arjumand Banu Begum, atau dikenal sebagai Mumtaz Mahal. Pembangunannya dimulai sejak 1631 hingga 1653. 

Taj Mahal memiliki empat menara dan empat kubah dengan lima bagian utama di area kompleksnya. Pertama, gerbang utama atau darwaza yang menjadi satu-satunya pintu masuk menuju musoleum. Kedua adalah musoleum atau rauza yang merupakan bangunan utama dan memiliki empat menara utama di setiap sudut. Makam Mumtaz Mahal terletak tepat di bawah kubah musoleum sedangkan makam Shah Jahan berada di sebelah barat makam Mumtaz Mahal. Ketiga adalah masjid, masjid ini berada di sebelah barat musoleum dengan kolam tempat wudhu berada di depannya. Keempat adalah rumah peristirahatan atau naqqar khana. Kelima adalah taman, yang berada di antara gerbang utama dan musoleum. Taman ini dibangun dengan gaya Persia yang dilengkapi dengan kolam yang memanjang dengan menunjukkan arah utara-selatan dan timur-barat.

Taj Mahal memiliki tinggi bangunan kurang lebih 70 m dengan tinggi kubahnya kurang lebih 26 m. Dinding dalam bangunan terdiri dari batu pualam yang berwarna kemerah-merahan. Sementara di bagian luar terdapat menara yang menjulang ke atas dengan bumbung, kubah dan menara yang terbuat dari marmer putih, serta seni mozaik yang indah. Sebanyak 43 jenis batu permata, di antaranya berlian, jed, kristal, topaz dan nilam telah digunakan untuk memperindah Taj Mahal.

Post a Comment for "Arsitektur Islam di Asia Selatan"