Sir Rowland Hill Sang Penemu Prangko

Sir Rowland Hill Sang Penemu Prangko


Istilah prangko berasal dari bahasa Latin “franco” yang mempunyai arti tanda pembayaran pada jasa pengiriman surat. Bentuk prangko berupa secarik kertas kecil yang di dalamnya tercantum nominal tertentu yang menunjukkan besaran biaya jasa pengiriman surat. 

Pada jaman dahulu, prosesi pengiriman surat dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggunakan jasa tukang kirim surat, merpati pos, dan kuda. Kemudian, sistem pembayaran yang diterapkan yaitu dengan menyerahkan seluruh biaya pengiriman surat kepada si penerima. 

Sistem seperti ini sesungguhnya sangat meresahkan, mengapa? Sebab, ketika si penerima surat tidak mempunyai uang, maka akan menjadikannya beban karena tidak sanggup membayar biaya pengiriman. Apalagi, terkadang si pengirim surat memberikan kode atau tulisan tertentu pada amplop surat, yang sebenarnya ini merupakan sebuah pesan singkat yang sudah diketahui artinya oleh si penerima. Mirisnya, si penerima surat mengatakan kepada si pengantar bahwa surat itu bukan untuk dirinya, sebab tidak dikenali siapa pengirimnya. Kemudian, surat tersebut dikembalikan kepada si pengantar, sehingga ia tidak dikenakan biaya jasa pengiriman. 

Kondisi seperti ini jika dibiarkan akan merugikan banyak pihak, mulai dari kantor pos, karyawan-karyawan yang bekerja di sana, dan bisa berdampak pada minimnya pemasukan kas negara. Oleh karena itu, Rowland Hill, seorang pegawai kantor pajak mempunyai inovasi untuk membuat tanda pada surat. Ide dan gagasannya ini ia tuangkan pada sebuah tulisan yang berjudul “Post Office Reform, it’s Importance and Practicability”. 

Biografi Singkat Rowland Hill
Rowland Hill lahir pada tanggal 3 Desember 1795 di Kidderminster, Inggris. Ia berasal dari lingkungan berpendidikan. Ayahnya, Thomas Wright Hill, adalah seorang guru di daerah tempat tinggalnya. Rowland kecil sering membantu ayahnya dalam kegiatan belajar mengajar. Bahkan ketika menginjak dewasa, Rowland bersama saudaranya mendirikan sebuah sekolah istimewa di Bruce Castle, Tottenham. Lingkungan keluarga pendidik inilah yang kemudian mempengaruhi jalan hidup Rowland Hill. 

Selain bekerja sebagai pendidik, Rowland Hill juga menekuni ilmu administrasi dan perpajakan. Ketika mempelajari ilmu perpajakan inilah muncul gagasan untuk membuat tanda pembayaran biaya jasa pengiriman surat atau yang kemudian lebih dikenal dengan istilah prangko. 

Faktor Pendorong Rowland Hill Membuat Prangko
Ketika menekuni bidang administrasi dan perpajakan, Rowland memperhatikan berbagai hal yang terjadi pada masyarakat. Terutama yang berkaitan dengan jasa transportasi dan pengiriman surat. Rowland menemukan sesuatu yang tidak beres. Rowland resah dengan pemberian hak anggota majelis parlemen yang dengan bebas dapat mengirimkan surat-surat, sementara itu seluruh pembayaran pengiriman surat ditanggung oleh si penerima. Bagi Rowland, hal ini merupakan tindakan pemborosan dan sangat merugikan kantor pos bahkan kas negara. 

Kemudian, Rowland memikirkan bagaimana cara mendapatkan pemasukan kas negara dari pajak pengiriman surat. Ia menuangkan ide dan gagasannya pada sebuah tulisan yang berjudul “Post Office Reform, it’s Importance and Practicability”. Sebagai bentuk praktis dari ide ini, Rowland membuat sebuah tanda yang ditempelkan pada amplop surat yang menunjukkan tanda pembayaran biaya pengiriman. Tanda ini lah yang kemudian dikenal dengan istilah prangko. 

Rowland bersama dengan sahabatnya, James Chalmers, Charles Heath, dan Frederic Heath merancang sebuah prangko dari secarik kertas yang bergambar wajah Ratu Victoria selaku Ratu Inggris pada waktu itu. Prangko ini berwarna hitam, sebab belum ada tinta selain warna hitam pada waktu itu. Dalam prangko ini dicantumkan nominal satu penny, yang merupakan nominal paling rendah dalam mata uang Inggris. Oleh karena itu lah prangko ini kemudian lebih dikenal sebagai prangko Black Penny. 

Peresmian Prangko
Rowland Hill mengusulkan ide dan gagasan tersebut kepada pemerintah Inggris. Namun, usulan ini tidak serta merta mendapatkan tanggapan dari pemerintah Inggris. Akan tetapi, ide dan gagasan Rowland dianggap sesuatu hal yang inovatif, sehingga parlemen Inggris kemudian menyetujui usulannya. 

Prangko Black Penny diresmikan penggunaannya pada tanggal 6 Mei 1840. Atas jasa Rowland Hill tersebut, Ratu Victoria menganugerahi gelar "Sir" kepada Rowland, sehingga namanya menjadi Sir Rowland Hill. Gelar "Sir" ini merupakan gelar untu seorang bangsawan yang ada di kerajaan Inggris. 

Kehadiran prangko ini menjadikan si penerima surat tidak mendapatkan beban biaya pengiriman, karena biaya tersebut sudah ditanggung oleh si pengirim. Atas keberhasilan Rowland Hill menemukan prangko sebagai tanda bukti pembayaran biaya pengiriman surat, maka kemudian Rowland dikenal sebagai Bapak Prangko.

Post a Comment for "Sir Rowland Hill Sang Penemu Prangko"