Review Buku Sejarah Arsitektur Islam Karya Drs. Abdul Rochym
Buku karya Drs. Abdul Rochym merupakan suatu buku yang menyampaikan atau memaparkan garis besar arsitektur Islam sebagai sebuah tinjauan. Penulis buku ini mengambil istilah tinjauan karena pada pokoknya isi dalam tulisan ini merupakan tinjauan serta himpunan pengertian dari berbagai literatur yang luas dan mendalam, bahkan isinya sampai ke masalah-masalah yang detail.
Latar belakang penulisan buku ini berawal dari kekaguman penulis terhadap karya-karya arsitektur Islam yang monumental. Kekaguman tersebut kemudian mendorong penulis buku ini untuk menyampikannya dalam bentuk karangan. Alasan lainnnya timbul karena pengalaman penulis sebagai pengajar mata kuliah Sejarah Arsitektur, termasuk Arsitektur Islam di dalamnya. Selain itu, pengalaman penulis yang sering mendapatkan permintaan dari para remaja masjid untuk memberikan ceramah tentang ruang lingkup masjid dalam jalur perkembangan ajaran Islam turut mendorong penulis untuk menulis buku ini.
Berbicara mengenai arsitektur Islam sebenarnya tidak dapat terlepas dari masalah kebudayaan Islam pada umumnya. Arsitekur Islam sebagai salah satu bagian dari kebudayaan Islam adalah hasil usaha manusia yang berwujud konkrit dalam upayanya untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani. Karena, arsitektur Islam berupa bangunan-bangunan untuk menampung kegiatan manusia dan menjadi kenyataan di mana Islam berpengaruh amat mendalam terhadap kehidupan kejiwaan manusia.
Fokus Kajian
Buku arsitektur Sejarah Islam sangat menarik untuk dibaca. Pasalnya, penjelasan-penjelasan yang ada dalam buku tersebut menggunakan bahasa yang padat, ringkas, mudah dipahami dan tentunya tidak bertele-tele. Apalagi ditambah dengan gambar-gambar yang memudahkan pembaca untuk memahami isi dan makna penjelasan yang disampaikan.
Pembahasan dalam buku ini menekankan pada tinjauan gambaran pokok arsitektur Islam secara fisik. Sebagaimana dapat ditemukan pada bangunan-bangunan yang digunakan untuk melaksanakan ajaran agama Islam yang diwujudkan dalam bangunan religi dan non rel igi. Salah satu bangunan religi yang dapat dijadikan contoh adalah bangunan masjid. Bangunan masjid merupakan perpaduan antara tempat ibadah dengan tempat yang mempunyai nilai-nilai luhur dalam kehidupan manusia. Karena itu, masjid dibangun sangat beragam dengan berbagai macam bentuk, corak, dan gaya. Keberagaman penampilan bentuk masjid dilatar belakangi oleh kehidupan adat, kebiasaan, dan motivasi perancangnya.
Pada perkembangan selanjutnya muncul bangunan-bangunan di luar bangunan masjid yang masih merupakan rangkaian dalam kehidupan umat Islam. Bangunan-bangunan tersebut bersifat non religi yang merupakan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan. Seperti. Istana-istana keraton, puri, bangunan benteng pertahanan, kuburan dan makam yang semuanya mempunyai pola yang sama dalam penampilan-penampilannya dengan bangunan masjid.
Paradigma dan Konsep Teoritik
Tema penulisan dalam buku ini adalah sejarah arsitektur Islam. Teori yang digunakan penulis adalah teori akulturasi budaya. Menurut Koentjaraningrat, akulturasi merupakan proses sosial yang timbul apabila sekelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan pada unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing, sehingga unsur-unsur asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu. Seperti yang telah diuraikan diatas, suatu unsur kebudayaan tidak pernah didifusikan secara terpisah, melainkan senantiasa dalam suatu gabungan atau kompleks yang terpadu.
Dalam teori tersebut terdapat perbedaan antara bagian kebudayaan yang sukar berubah dan terpengaruh oleh unsur-unsur kebudayaan asing (covert culture), dengan bagian kebudayaan yang mudah berubah dan terpengaruh oleh unsur-unsur kebudayaan asing (overt culture). Covert culture misalnya, sistem nilai-nilai budaya, keyakinan-keyakinan keagamaan yang dianggap keramat, beberapa adat yang sangat dini dalam proses sosialisasi individu warga masyarakat. Sedangkan overt culture misalnya kebudayaan fisik, seperti alat-alat dan benda-benda yang berguna, tetapi juga ilmu pengetahuan, tata cara, gaya hidup, dan rekreasi yang berguna dan memberi kenyamanan.
Sejak dahulu kala dalam sejarah kebudayaan manusia ada gerak migrasi, gerak perpindahan dari suku-suku bangsa di muka bumi yang menyebabkan pertemuan antara kelompok-kelompok manusia dengan kebudayaan yang berbeda-beda dan sebagai akibatnya individu-individu dalam kebudayaan ini dihadapkan dengan kebudayaan asing. Menurut Salura, percampuran budaya tentu mempunyai akibat pada bidang arsitektur yang sering digunakan adalah akulturasi arsitektur. Sebagaimana dapat dicontohkan arsitektur masjid di Cina. Perlu diketahui bahwa Cina merupakan negara berbudaya tinggi, karena itu bangunan masjid-masjid yang terdapat di Cina mempunyai gaya bangunaan seperti klenteng. Bentuk dasarnya meliputi pelataran, atap genting, dan ornamen-ornamen khas Cina.
Sumber Penelitian
Sumber penelitian daripada buku ini didapatkan dari buku-buku bacaan yang berkaitan dengan arsitektur Islam. Adapun daftar bacaan yang dijadikan sumber penulisan buku ini di antaranya yaitu :
- Sidi Gazalba. Mesjid (Pusat Ibadat dan Kebudayaan Islam). Pusaka Antara: Jakarta. 1975.
- Sigfried Gideon. Space, Time and Architecture. Uiniversity Press: Cambridge. 1941.
- Philip K. Hitti. History of The Arabs. The Macmilan Press Ltd: New York. 1977.
- Alan Price Jones. The New Outline of Modern Knowledge. Victor Gollance Ltd: London. 1956.
- Sheldon A. Chenney. World History of Art. Viking: New York. 1937.
- Lothrop Stoddard. Dunia Baru Islam. terj. Muljadi Djojomartono. Jakarta. 1966
- R. Soekmono. Sejarah Kebudayaan Indonesia Jilid III. Yayasan Kanisius: Yogyakarta. 1973
- Charles Moore. Dimension. Architectural Record Books: New York. 1976.
Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan penulis dalam mengumpulkan sumber-sumber penulisan buku ini adalah dengan menggunakan buku-buku sumber yang terkait dengan arsitektur Islam. Kemudian dari hasil bacaan tersebut penulis tuangkan dalam uraian penjelasan. Pada bagaian bab per bab penulis senantiasa menampilkan gambar-gambar arsitektur Islam yang dijadikan sebaga contoh bentuk, corak, dan gaya arsitektur Islam.
Dalam pemaparan arsitektur Islam penulis mengaitkannya dengan kondisi alam dan budaya daerah sehingga mempengaruhi bentuk, corak dan gaya bangunan arsitektur Islam. Gerakan awal pembangunan arsitektur Islam diprakarsai oleh Nabi Muhammad SAW atas wahyu dan petunjuk dari Tuhan. Kemudian mendorong dengan kuat semangat untuk perkembangan gerak arsitektur Islam ke berbagai daerah pada kurun waktu tertentu.
Pada buku ini juga disinggung tentang kedudukan pengaruh arsitektur Islam terhadap daerah asal yang menjadi daerah perkembangannya serta unsur-unsur daerah yang menjadi pendukung dalam perkembangannya. Seperti telah banyak dijelaskan pada bab-bab yang lain bahwa pokok pangkal yang menjadi dasar perkembangan arsitektur Islam adalah ajaran Islam. Kemudian pernyatannya secara visual adalah bangunan masjid sebagai sarana peribadatan, yang mutlak harus dibangun. Lalu sebagai akibat lanjutannya ialah pengaruhnya yang menerap pada cara-cara kehidupan menurut etika Islam.
Sistematika Pembahasan
Adapun sistematika pembahasan dalam buku ini adalah sebagai berikut:
- Bab I berisi tentang Pendahuluan Penulisan buku. Di dalamnya dibicarakan mengenai latar belakang penulisan, tujuan penulisan dan gambaran umum arsitektur Islam.
- Bab II berisi tentang Tinjauan Umum arsitektur Islam. Di sini dijelaskan pokok-pokok arsitektur Islam ditinjau dari segi sejarahnya.
- Bab III berisi tentang Asal Mula Pertumbuhan Arsitektur Islam. Di sini dibicarakan masjid pertama yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW hingga perkembangan bangunan Masjid (Masjidil Haram di Makah).
- Bab IV berisi tentang Masa Perkembangan dan Latar Belakang Arsitektur Islam. Di sini dibicarakan orang Arab sebagai pengembang Islam dan Arsitektur Islam dan serta orang Turki sebagai pengembang Islam dan Arsitektur Islam.
- Bab V berisi tentang Perkembangan Bentuk Dalam Arsitektur Islam, Masjid dan Bangunan Lainnya. Di sini dibicarakan mengenai tipe masjid Arab asli hingga bangunan istana dan bangunan non masjid lainnya.
- Bab VI berisi tentang Perkembangan Arsitektur Islam Oleh Kaum Seljuk. Di sini dibicarakan mengenai penggunaan lengkung “iwan”, dan pengembangan fungsi dari bangunan masjid.
- Bab VII berisi tentang Corak Fathimiyyah dan Mamluk di Mesir. Di sini dibicarakan kota Kairo sebagai pusat kebudayaan pengembangan arsitektur Islam dan pengembangan fungsi masjid yang bertujuan sosial.
- Bab VIII berisi tentang Corak Arsitektur Islam dari Afrika hingga Spanyol. Di sini dibicarakan mengenai perkembangan gaya Moor ditempat asalnya dan gaya mudejar serta rennaisance oleh kaum kristen.
- Bab IX berisi tentang Pengembangan Arsitektur Islam oleh Kaum Osmaniyah. Di sini dibicarakan mengenai perpaduan gaya Seljuk dan Osmaniyyah sebagai modal dasar perkembangan selanjutnya.
- Bab X berisi tentang Perkembangan di India. Di sini dibicarakan perkembangan arsitektur Islam dimasa awal dan penonjolan sifat arsitektur oleh penguasa muslim India.
- Bab XI berisi tentang Perkembangan Terakhir di Abad Pertengahan. Di sini dibicarakan kejayaan kaum Osmaniyyah dan hasil karyanya dalam arsitektur Islam.
- Bab XII berisi tentang Dekorasi dan Hiasan dalam Arsitektur Islam. Di sini dibicarakan mengenai dekorasi dan ornamentasi sebagai kelengkapan bangunan.
- Bab XIII berisi tentang Rangkuman dan Penutup. Di sini diuraikan mengenai kesimpulan dan akhir dari uraian penjelasan dalam buku ini.
Rekomendasi untuk pembaca yang lain khususnya yang memiliki minat atau ketertarikan untuk mengkaji lebih dalam mengenai arsitektur Islam, maka buku ini recomended sekali bagi pembaca selanjutnya untuk dijadikan sumber bacaan. Untuk tingkatan pemula, bagi pemula yang ingin mengetahui arsitektur Islam dari dasarnya ini cocok sekali untuk dibaca. Karena dalam penjelasan isi buku, lebih terinci dan detail dalam memberikan gambaran bangunan arsitektur Islam.

Post a Comment for "Review Buku Sejarah Arsitektur Islam Karya Drs. Abdul Rochym"
Post a Comment
Add your comment