Menelusuri Jejak Arsitektur Islam di Kota Fatehpur Sikri

Menelusuri Jejak Arsitektur Islam di Kota Fatehpur Sikri

Fatehpur Sikri adalah sebuah kota yang dibangun oleh Raja Jalaluddin Muhammad Akbar, Raja ke-3 dari Kerajaan Mughal di India. Kota ini dibangun untuk mengenang jasa seorang sufi bernama Syekh Salim Chisti yang telah banyak berjasa terhadap keluarga Akbar.

Yulianto Sumalyo dalam bukunya yang berjudul Arsitektur Mesjid dan Monumen Sejarah Muslim, menyebutkan bahwa Syekh Salim Chisti meramalkan Raja Jalaluddin Muhammad Akbar akan segera memiliki tiga putra dari istrinya yang bernama Maryam al-Zamani. Ramalan ini benar adanya, Raja Jalaluddin Muhammad dan Maryam al-Zamani yang memang sudah lama menantikan kehadiran seorang putra atas kehendak Tuhan diperkenankan mempunyai seorang putra. Pada tahun berikutnya, Maryam al-Zamani melahirkan seorang putra yang diberi nama Salim. Salim ini lah yang kemudian bergelar Jahangir. 

Sebagai wujud rasa syukur Raja Jalaluddin Muhammad Akbar dan Maryam al-Zamani, dua tahun seteleh kelahiran Pangeran Salim, Raja mendirikan kota baru yang dikenal dengan sebutan Fathabad, berasal dari bahasa Persia yang berarti Kota Kemenangan. Orang India menyebut kota tersebut Fatehpur Sikri. 

Arsitektur Bangunan Fatehpur Sikri 
Pada dasarnya bangunan istana di India menampilkan corak arsitektur bangunan masjid. Corak ini terdapat pada bangunan gapura-gapura yang mengadopsi bentuk lengkung iwan bangunan masjid. Tata letak kompleks istana Fatehpur Sikri berorientasi menghadap kiblat. Istana ini dirancang dengan susunan bertingkat yang berkaitan dengan privasi dan formalitas. Fatehpur Sikri dibangun dengan struktur bangunan berjajar, berkaitan antara bangunan satu dengan bangunan lain, dan berdiri berdampingan. Bahan utama dalam pembangunan ini menggunakan pasir batu merah sebagaimana yang digunakan dalam pembangunan istana di Agra.

Di sekeliling kota dibangun tembok dan enam pintu gerbang. Tembok ini dibangun sebagai pembatas antara lingkungan istana dengan lingkungan masyarakat sekitar. Berikut beberapa bagian dalam bangunan Fatehpur Sikri.

Masjid Agung Fatehpur Sikri
Masjid merupakan ikon utama dalam dinasti Islam. Mengacu pada saat awal perkembangan Islam, Nabi Muhammad mendirikan masjid sebagai pusat kegiatan. Karena itu lah pada masa dinasti-dinasti Islam menjadikan masjid sebagai pusat memperoleh kebajikan dan pengetahuan serta menjadi bagian yang menginspirasi manusia untuk mendapatkan kemuliaan dan menyucikan diri.

Menelusuri Jejak Arsitektur Islam di Kota Fatehpur Sikri

Pada umumnya pembangunan masjid syarat dengan muatan simbol untuk menunjukkan kedalaman konsep pembuatnya memvisualkan nilai-nilai Islam ke dalam bentuk arsitektur. Masjid Agung Fatehpur Sikri berbentuk hypostyle, suatu bentuk bangunan persegi dengan halaman tertutup. Masjid ini memiliki atap kubah yang dibangun berderet. Bentuk kubah tersebut meruncing ke atas atau seperti bentuk bawang merupakan ciri khas arsitektur kubah gaya Persia.

Bagian depan bangunan masjid terdapat iwan yang dibangun tinggi menjulang hingga menutupi kubah masjid. Pada bagian atasnya terdapat kubah-kubah kecil yang disangga empat pilar seperti bentuk gardu. Di belakang bangunan ini terdapat fasad berbentuk persegi panjang lengkap dengan lengkungan-lengkungan pintu. Bangunan ini dilengkapi kaligrafi, ornamen-ornamen, dan hiasan lainnya. 


Makam Syekh Salim Chisti

Menelusuri Jejak Arsitektur Islam di Kota Fatehpur Sikri

Makam Syekh Salim Chisti dibangun berbeda dengan bangunan lainnya. Konstruksi bangunan lain menggunakan bahan dasar pasir batu merah, sedangkan bangunan makam Syekh Salim Chisti menggunakan batu marmer putih. Bangunan makan ini dilengkapi dengan kubah besar pada bagian atapnya. Tepat di sebelah kanan makam ini, berdiri kokoh makam Islam Khan, cucu Syekh Salim Chisti. Sebelah selatannya lagi berjajar makam-makan kecil.

Kompleks Istana Fatehpur Sikri

Menelusuri Jejak Arsitektur Islam di Kota Fatehpur Sikri


Menelusuri Jejak Arsitektur Islam di Kota Fatehpur Sikri

Panj Mahal disebut juga dengan istana lima. Disebut istana lima karena pada bangunan ini terdiri dari lima lantai. Konstruksi bangunan ini semakin atas semakin kecil dengan ukuran teratur membentuk susunan piramida. Dahulu, bangunan ini digunakan istri-istri raja untuk bermain. Dari ketinggian lantai dan jendela ini lah para istri raja dapat menikmati keindahan taman dan bagian-bagian istana lainnya.

Divan-i Khass merupakan bangunan semi publik yang digunakan sebagai tempat untuk audiensi pribadi. Bangunan ini terdiri dari dua lantai. Bagian atap bangunan ini terdapat kubah-kubah kecil yang disangga empat pilar seperti bentuk gardu

Gerbang Kemenangan

Menelusuri Jejak Arsitektur Islam di Kota Fatehpur Sikri

Gerbang kemenangan disebut juga dengan Buland Darwaza. Gerbang ini dibangun oleh Raja Jalaluddin Muhammad Akbar untuk memperingati kemenangannya melawan Gujarat. Gerbang ini dibangun menjulang setinggi 54 meter. Bagian temboknya diberi hiasan ornamen-ornamen ala Mughal. Jika dilihat dari arah masjid, bangunan gerbang kemenangan berbentuk seperti mahkota raja.

Post a Comment for "Menelusuri Jejak Arsitektur Islam di Kota Fatehpur Sikri"